SajianSedap.com - Anemia merupakan salah satu penyakir kekurangan sel darah merah.
Kerap disepelekan, anemia ternyata bisa memberikan dampak berbahaya.
Apalagi jika Anda dalam kondisi hamil, anemia bisa memberikan dampak buruk baik untuk ibu maupun janin.
Ada beberapa dampak anemia yang bisa terjadi kepada ibu hamil khususnya.
Dilansir dari NationalLibraryofMedicine, beberapa penelitian menunjukkan dampak anemia pada ibu hamil yang perlu diwaspadai.
Anemia bisa memicu mudah lemas, sesak napas, jantung berdebar, susah tidur.
Selanjutnya anemia bisa membuat daya tahan tubuh melemah, sehingga tubuh ibu saat hamil dan setelah melahirkan rentan terkena infeksi.
Meningkatkan risiko preeklamsia, pendarahan, dan keguguran juga bisa jadi dampak dari anemia.
Karena penting bagi ibu hamil untuk mengecek kadar hemoglobin saat hamil.
Meningkatkan risiko bayi lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, atau lahir meninggal dunia Proses pemulihan setelah persalinan lebih lama dibanding ibu hamil tanpa anemia.
Biasanya untuk meningkatkan kadar hemoglobin, konsumsi suplemen penambah darah bisa jadi pilihan.
Baca Juga: Panen Dalam 30 Hari, Begini Cara Mudah Menanam Daun Bawang di Rumah, Dijamin Antigagal!
Namun selain suplemen, ternyata makanan juga bisa membantu memenuhi kebutuhan darah merah Anda juga loh.
Melansir laman Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Ners Unair), ini jenis makanan penambah darah
Tentu, makanan tinggi zat besi penting sebagai penambah darah untuk anemia.
Zat besi membantu produksi hemoglobin yang dibutuhkan sel darah merah.
Adapaun zat besi yang berasal dari panganan hewani dapat diserap oleh tubuh sebanyak 70 persen, yakni daging merah, unggas, seperti ayam, jeroan, seperti hati sapi.
Makanan laut, seperti tiram dan ikan juga bisa Anda konsumsi selain sumber hewani.
Anda juga bisa mendapatkan tambahan zat besi dari sumber nabati, seperti sayuran yang berdaun hijau gelap, seperti bayam dan sawi hijau.
Mineral tembaga berfungsi untuk membantu tubuh meningkatkan produksi sel darah merah.
Makanan penambah darah yang tinggi mineral tembaga untuk orang anemia bisa didapatkan dari:
Kacang-kacangan, gandum utuh, daging unggas seperti ayam dan bebek, makanan laut seperti udang dan kepiting, buah ceri dan cokelat.
Untuk makanan penambah darah berikutnya ialh makanan kaya vitamin B12.
Vitamin ini mampu meningkatkan fungsi sumsum tulang agar lebih banyak menghasilkan sel darah merah normal.
Orang yang memiliki anemia dapat menjadikan makanan tinggi vitamin B12 sebagai penambah serta sereal.
Mirip seperti vitamin B12, vitamin B6 juga bisa membantu pembentukan sel darah merah.
Makanan penambah darah yang tinggi kandungan B6, yakni nasi, gandum, sereal, dan kacang-kacangan, daging sapi, kambing, domba, dan ayam.
Saat kekurangan vitamin A umumnya dapat memicu gejala anemia.
Defisiensi vitamin A dapat menghambat tubuh menghasilkan sel darah merah yang sehat.
Jadi, beberapa makanan penambah darah untuk anemia yang tinggi vitamin A, yaitu susu sapi dan produk olahannya, termasuk susu murni.
Telur ayam, hati sapi atau ayam,sayuran berwarna cerah seperti tomat, wortel, brokoli, dan ubi jalar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 8 Jenis Makanan Penambah Darah, Info Ners Unair
Penulis | : | Idam Rosyda |
Editor | : | Idam Rosyda |
KOMENTAR