Satu buah empal dijual Rp 8.500. Khusus untuk oleh-oleh, Gepuk Karuhun punya kemasan dus khusus yang berisi 5 dan 10 buah gepuk. Harganya masing-masing Rp 42.500 dan Rp 80 ribu. Gepuk bisa bertahan hingga 3 hari di udara biasa dan seminggu jika disimpan dalam lemari es. Setiap kemasan dilengkapi dengan sambal terasi dan bawang goreng.
Satu menu lagi yang kerap dibawa sebagai oleh-oleh adalah ikan balita. Menu ini menyajikan ikan mas berukuran kecil-kecil dan berbumbu gurih yang digoreng hingga renyah. Semua bagiannya bisa disantap dan aman karena sangat garing. “Jadi kandungan kalsiumnya juga cukup tinggi dan baik untuk anak-anak karena tulangnya pun aman dimakan,” imbuhnya.
Ikan ini dijual Rp 32.500 untuk kemasan 125 gram dan Rp 55 ribu untuk kemasan 250 gram. Masa konsumsinya bisa mencapai 1 bulan dalam penyimpanan kedap udara.
Kalau penasaran dengan rasanya, coba saja dulu dengan memesan menu paket seharga Rp 20 ribu. Seporsi nasi timbel disajikan dengan gepuk karuhun, ikan balita, tahu goreng, sayur asem, sambal, dan lalapan. Rasanya mantap. Gepuk karuhun juga punya menu oleh-oleh lain seperti ayam sasakala, pindang sasakala, hingga empal buhun yang gurih.
Baca Juga: Spesial Saji-Sedap, Menikmati Eksotisme Pantai Bangka Sambil Berburu Masakan Seafood Khas Nan Segar
2. Pia Apple Pie
Jl. Pangrango No. 10
Telp (0251) 324169
Apple pie memang bukan menu khas Bogor. Namun keberadaan Pia Apple Pie jelas menjadi satu trade mark tersendiri soal kuliner di Bogor, khususnya untuk oleh-oleh. “Awalnya apple pie ini hanya dibuat rumahan oleh Ibu Pia,” terang Wiwin Widyawati (26), pengelola Pia Apple Pie.
Setelah setahun hanya menerima pesanan di rumah, Pia mulai menjual apple pie buatannya lebih luas dengan sokongan tiga owner wanita, Baby Ahnan, Tintin Kuraesin, dan Susi Gunadi.
Apple pie tentu menjadi yang paling favorit. Untuk apelnya, Pia Apple Pie hanya menggunakan apel malang berjenis Rome Beauty. Apel ini berkulit hijau dengan semu kemerahan dan bercitarasa asam. “Untuk pai memang kita mencari yang asam dan teksturnya keras,” jelas Wiwin.
Penulis | : | Virny Apriliyanty |
Editor | : | Virny Apriliyanty |
KOMENTAR