Urang awak di kawasan pesisir Minangkabau rupanya memilih lokan sebagai pengganti daging sapi atau kerbau.
Selain mudah didapat, asupan makanan berbasis hasil kekayaan muara sungai dan laut telah menjadi keseharian mereka.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lokan didefinisikan sebagai kerang besar yang dapat dimakan dan hidup di lumpur tepi laut.
Masakan berbasis kerang ini biasanya dapat ditemui pada masyarakat Minangkabau yang berdiam di kawasan pesisir.
Bentuk cangkang lokan ini sepintas lebih mirip rumah siput.
Rasa rendang lokan cukup unik, karena rasa gurih rempah dan pedasnya lado atau cabai pada bumbu bergelut kuat dengan manis alami si lokan.
Tak perlu takut akan bau amis, karena bumbu rempah rendang mampu meredamnya.
Asal tahu saja, masakan berbahan lokan ini lebih sehat dari rendang daging.
Karena lokan atau kerang merupakan sumber protein hewani yang lengkap.
Ia mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan untuk membantu metabolisme tubuh.
Asam amino esensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh kita, sehingga mutlak harus berasal dari makanan.
Baca Juga: Cara Membedakan Gula Aren dan Gula Jawa, Agar Tidak Salah Pilih saat Membeli
Penulis | : | Idam Rosyda |
Editor | : | Idam Rosyda |
KOMENTAR