Sama seperti tidak disarankan melewatkan sahur, makan berlebihan saat waktu berbuka juga bisa membahayakan tubuh Anda.
Makan berlebihan dan khususnya mengonsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan penambahan berat badan.
Jika mengalami gangguan kesehatan itu, tubuh Anda bisa merasa lebih lemas saat puasa sebagai efek sampingnya.
Anda tidak boleh melewatkan waktu sahur saat puasa.
Tubuh Anda bergantung pada makanan terakhir yang Anda makan untuk memberi semua nutrisi dan energi hingga berbuka puasa. Sehingga, sahur memperpanjang ketahanan Anda untuk puasa.
Selama puasa Ramadhan, sahur seperti sarapan yang sangat penting karena menjadi sumber energi untuk mengawali hari Anda dan mencegah lemas di siang hari.
Selain itu, melewatkan sahur juga mendorong makan berlebihan saat berbuka, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak sehat.
Baca Juga: Resep Telur Dadar Opor, Menu Simple Super Enak Andalan Untuk Sahur
Waktu sahur harus Anda gunakan untuk mengonsumsi makanan yang bisa memberikan Anda energi jangka panjang.
Makan makanan bergizi seimbang saat sahur akan membantu mempersiapkan tubuh untuk berpuasa di siang hari, serta membuat pencernaan lebih efisien.
Perpaduan karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta buah dan sayur akan membantu tubuh Anda tidak lemas saat puasa.
Anda bisa menikmati makan sehat dengan menghindari makanan asin atau gorengan dan memilih nasi merah, roti gandum, telur, alpukat, keju, dan pisang.
Baca Juga: 6 Menu Sahur Enak Untuk Ibu Hamil Agar Kuat Puasa Selama Ramadhan
Banyak minum air antara waktu berbuka puasa dan sahur dapat mengurangi risiko dehidrasi saat puasa. Efek samping dehidrasi adalah badan menjadi lemas.
Berusahalah untuk minum cairan setidaknya 8 gelas (setara 2 liter dengan masing-masing gelas berukuran 230 ml) setiap hari sebelum imsak dan saat berbuka agar tidak lemas saat puasa.
Di antara jus, susu, minuman es aneka rasa, air putih adalah pilihan minuman terbaik.
Idealnya, Anda juga harus mengurangi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda karena minuman ini memiliki efek diuretik dan menyebabkan Anda kehilangan cairan.
Source | : | Kompas.com |
Penulis | : | Konten Grid |
Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR