Sebagai gantinya, disarankan untuk mencairkannya di lemari es selama 4-5 jam atau dengan metode cepat, yaitu dengan meletakkannya dalam kantong zip-top yang terendam sepenuhnya dalam air dingin.
Pastikan daging ikan tidak terkena air secara langsung, karena ini dapat membuatnya terlalu lembab dan sulit dimasak.
Dengan menggunakan metode ini, ikan biasanya akan mencair dalam waktu sekitar 20-30 menit, memastikan keamanan dan kualitas daging yang dihasilkan.
Metode ini membantu menjaga keamanan pangan sambil memastikan kualitas ikan yang optimal saat dimasak.
Ketika Anda menggunakan terlalu banyak garam dalam bumbu marinasi, daging ikan cenderung menyerap cairannya, tetapi sebagian besar kristal garam akan tertinggal di permukaan.
Oleh karena itu, disarankan untuk menggosokkan sebagian besar bumbu dan garam langsung ke permukaan fillet ikan.
Kemudian, tambahkan sedikit garam ke dalam bumbu marinasi untuk memberikan rasa yang merata.
Saat memilih ikan, penting untuk memperhatikan mata ikan. Mata yang jernih dan cerah menandakan kesegaran ikan, sementara mata yang keruh bisa menjadi pertanda bahwa ikan sudah tidak segar.
Ikan segar biasanya memiliki permukaan yang mengkilat dan tidak ada lapisan lendir yang menutupinya, yang bisa menunjukkan ikan dalam keadaan baik.
Selain itu, daging ikan yang segar memiliki tekstur yang kencang dan akan memantul kembali saat ditekan, dan tidak seharusnya berbau "amis".
Baunya seharusnya seperti aroma laut, bukan bau amis yang menandakan oksidasi lemak dalam ikan, yang merupakan tanda pembusukan.
Baca Juga: Daftar Ikan yang Mengandung Vitamin D Tinggi, Bermanfaat untuk Tulang dan Gigi
Source | : | rd.com |
Penulis | : | Dok Grid |
Editor | : | optimization |
KOMENTAR