Namun, jika kita memilih untuk mengonsumsi salmon mentah, perlu diingat bahwa ada risiko tertular infeksi.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengidentifikasi salmon sebagai sumber parasit, yaitu organisme yang bisa hidup di dalam tubuh manusia dan organisme lainnya.
Ada jenis cacing yang menyerupai cacing pita atau cacing gelang yang sering ditemukan pada ikan bersirip seperti salmon.
Salah satu jenis cacing ini, yaitu cacing pita lebar Jepang Diphyllobothrium nihonkaiense, dapat bertahan hidup di dalam usus kecil manusia.
Cacing-cacing ini ditemukan pada salmon liar dari Alaska dan Jepang, serta dalam saluran pencernaan seseorang yang mengonsumsi salmon mentah dari wilayah tersebut.
Infeksi cacing dapat menimbulkan gejala seperti penurunan berat badan, sakit perut, diare, dan dalam beberapa kasus anemia.
Meskipun demikian, tidak semua orang yang terinfeksi akan mengalami gejala.
Seperti halnya semua jenis makanan laut, salmon juga berisiko terpapar kontaminasi bakteri atau virus yang dapat mengakibatkan penyakit ringan hingga serius jika dikonsumsi mentah.
Beberapa jenis bakteri atau virus yang mungkin ada dalam salmon mentah antara lain Salmonella hingga Hepatitis A Norovirus.
Sebagian besar infeksi yang disebabkan oleh konsumsi makanan laut terjadi karena penanganan atau penyimpanan yang kurang tepat.
Jika kita memilih untuk mengonsumsi salmon mentah, pastikan bahwa salmon tersebut telah dibekukan pada suhu yang sangat rendah, yaitu -35 celsius.
KOMENTAR