SajianSedap.com - Keamanan akun media sosial maupun akun pribadi yang berkaitan dengan urusan penting seperti bank dan layanan kesehatan tentu perlu dijaga.
Biasanya selain password, ada kode keamanan khusus untuk menjaga keamanan data pribadi pengguna.
Salah satu yang kii kerap diterapkan adalah kode OTP.
Kode OTP digunakan untuk menjaga keamanan akun, terutama berkaitan dengan data digital.
Nah selain OTP, Anda tentu pernah mengisi nama ibu kandung bukan.
Ya, salah satunya akun Facebook, media sosial satu ini memberikan pemilihan nama ibu kandung saat Anda lupa dengan password.
Meski tidak semua orang memilih nama ibu kandung sebagai kode keamanan, namun nama ibu kandung kini masih banyak digunakan unutk keperluan berbagai administrasi.
Tapi apakah sebenarnya alasan pemilihan nama ibu kandung sebagai kode keamanan?
Ternyata hal ini tidakbanyak diketahui oleh masyarakat.
Mengapa Nama Ibu Kandung Digunakan untuk Kode Keamanan
Rupanya ada sejarah khusus yang melatarbelakangi menagapa nama ibu kandung digunakan sebagai kode keamanan.
Baca Juga: Kadaluwarsa Tapi Bisa Dimakan, 5 Makanan Ini Jangan Dibuang, Salah Satunya Sering Jadi Camilan
Dilansir dari Ccm.net, penggunaan nama ibu kandung dalam lapisan keamanan adalah warisan sistem perbankan ratusan tahun lalu.
Pada zaman dahulu, terutama orang Barat, nama ibu kandung adalah sesuatu yang sangat jarang diketahui oleh orang lain, alias hanya diketahui oleh lingkaran orang terdekat.
Apabila saat seorang wanita sudah menikah, ia akan menanggalkan nama aslinya dan mulai menggunakan nama suami sebagai nama panggilannya.
Terlebih, pada zaman dahulu, jarang terjadi kasus perceraian.
Sehingga nama suami biasanya akan terus dipakai hingga ia meninggal.
Hal inilah yang membuat orang luar hampir tak bisa menebak nama asli ibu kandung, sehingga hanya bisa diketahui oleh keluarganya sendiri.
Profesor Universitas Columbia dan Pakar IT, Stephen Bellovin menemukan bahwa pertanyaan rahasia "Siapa nama gadis ibumu?" telah digunakan sejak 1882.
Kendati demikian, penggunaan nama ibu kandung atau nama gadis sebenarnya sudah tak relevan lagi dengan kondisi saat ini.
Di era yang serba digital, orang luar bisa dengan mengakses informasi data diri dari internet maupun media sosial, termasuk nama ibu kandung seseorang.
Saat ini ada banyak mekanisme yang dibuat untuk melindungi informasi, rekening bank, dan data pribadi seperti proses otentikasi dua langkah, kata sandi, dan pertanyaan keamanan.
Sudah menjadi pengetahuan umum di mana kata sandi dan pertanyaan keamanan jauh dari sistem keamanan yang sempurna karena dapat dicuri dari database atau dimata-matai dengan mudah.
Namun, selalu ada kemungkinan lupa dengan kata sandi yang sudah dibuat dan proses pemulihan kata sandi lebih buruk dari membuat kata sandi itu sendiri.
Sebab, kata sandi agar aman harus dikombinasikan dengan huruf, angka, bahkan simbol sehingga ada ribuan kemungkinan untuk memulihkannya.
Oleh karenanya, dilansir dari fusion.tv, perusahaan yang memperhatikan keamanan dengan serius akan meminta pengguna untuk mengautentikasi identitas dengan faktor kedua, seperti kode yang dikirim ke perangkat telepon pengguna.
Sehingga meski memakai nama ibu kandung dan kata sandi, rekening bank pengguna akan tetap aman.
Pada dasarnya, pertanyaan keamanan belum sempurna hingga saat ini dan dalam banyak kasus lebih baik menggunakan kata sandi yang rumit dan kuat, otentikasi dua langkah, sidik jari, dan pengelola kata sandi seperti Dashlane untuk menyimpan semua kata sandi di satu tempat.
Untuk itu selalu berhati-hati dalam menjaga keamanan akun pribadi yang berkaitan dengan data penting Anda.
Slelau ganti password secara berkala dan lakukan siste keamanan berlapis unutk menjaga akun Anda dari tindakan kejahatan cyber.
Semoga informasi ini bermanfaat!
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kenapa Nama Ibu Kandung Jadi Lapisan Keamanan Rekening Bank?
Source | : | Kompas |
Penulis | : | Idam Rosyda |
Editor | : | Idam Rosyda |
KOMENTAR