SajianSedap.com - Sayur kol memang bukan lagi makanan asing bagi banyak orang.
Apalagi di Indonesia dimana sayur ini punya harga yang tergolong sangat murah dan terjangkau.
Sayur kol paling sering dijadikan sebagai lalapan karena dianggap menyehatkan kalau dimakan mentah.
Tapi, tahukah kamu kalau tak semua orang boleh dan aman mengongumsi kol, lo.
Soalnya, orang dengan 5 kondisi ini sebaiknya malah tak makan kol sama sekali.
Efek buruknya tak main-main.
1. Memililiki kandungan gas tinggi
Seperti beberapa sayuran seperti brokoli dan kembang kol, kol tidak mudah dicerna oleh enzim yang ada di tubuh.
Itulah sebabnya ketika sayuran mencapai usus besar, Anda merasa kembung, atau bersendawa.
Solusinya adalah tidak berhenti makan tetapi memakannya dalam jumlah yang terkontrol.
Baca Juga: Dikira Sehat, Kebiasaan Minum Susu Bisa Datangkan Efek Bahaya ini Bagi Tubuh, Hati-hati
2. Masalah dengan tiroid
Makan banyak kol sepanjang hari dapat mengganggu fungsi tiroid.
Hal ini disebabkan fakta bahwa kol menyebabkan kekurangan yodium dalam tubuh.
Konsumsi berlebihan sayuran ini dapat mengembangkan beberapa masalah yang berhubungan dengan tiroid, seperti hipertiroidisme.
Masalah ini bisa semakin menjadi terutama jika Anda juga makan sayuran berdaun lain seperti bayam dan kankung.
Artikel berlanjut setelah video di bawah ini.
3. Diare
Beberapa orang memiliki masalah pencernaan dan penyakit seperti sindrom usus, sehingga harus menghindari kol.
Serat yang ada dalam kol bermanfaat, tetapi hanya jika dikonsumsi dalam jumlah kecil.
Kelebihan serat dan gula dapat menyebabkan masalah usus dan diare.
4. Punya kadar gula darah yang rendah
Mengatur gula darah sangat diperlukan dalam tubuh karena dapat menyebabkan diabetes.
Padahal kol sebenarnya memiliki kemampuan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh dan mencegah diabetes.
Makan sayuran berdaun dalam jumlah besar dapat menyebabkan kadar gula menurun sangat rendah.
Ini bisa menjadi penyebab utama hipoglikemia jika tidak hati-hati.
5. Ibu menyusui
Jika Anda sedang di masa menyusui, coba hindari makan kol sementara.
Ini karena gas dapat berkembang pada orang dewasa dengan makan kol.
Penelitian menunjukkan bahwa diet kol dapat berdampak pada bayi juga.
Ini mungkin merupakan akar penyebab kolik pada bayi.
Penulis | : | Virny Apriliyanty |
Editor | : | Virny Apriliyanty |
KOMENTAR