SajianSedap.com - Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Ikan ini bisa ditemukan di sungai ataupun dibudidayakan.
Ikan ini pun bisa diolah menjadi berbagai macam makan.
Namun Anda harus jeli memilih lele.
Pasalnya lele yang Anda pilih bisa jadi bukan lele yang layak dikonsumsi.
Karena itu penting untuk mengetahui ciri-ciri ikan lele yang sebaiknya dihindari.
Ternyata ada beberapa cici-ciri lele yang sebaiknya tidak Anda konsumsi.
Rupanya lele yang layak konsumsi, haruslah bertekstur "keras"
Daging ikan yang keras ini bisa mengindikasikan pakan yang ia konsumsi.
Sebaliknya jika daging ikan yang lembek, bisa jadi ikan tersebut mengonsumsi jeroan.
Anda harus memastikan untuk membeli ikan yang masih hidup.
Baca Juga: Gurih dan Pedasnya Nampol, Buatkan Suami Bakmi Rica-Rica untuk Persiapan Nonton Bola
Amati pergerakannya, ikan yang pergerakannya lincah lebih disarankan untuk dikonsumsi daripada ikan yang pergerakannya pasif.
Hal ini pun berlaku pula pada saat membeli ikan lele.
Salah satu standar dari kementerian kelautan tentang Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB), disebutkan bahwa karamba dan jaring ikan haruslah dalam kondisi yang baik.
Sehingga, lele akan hidup dan dijaga dalam kondisi yang tidak menyebabkan kerusakan fisik atau kontaminasi.
Makan dari itu, jika menemukan lele yang memiliki kerusakan fisik, sebaiknya jangan dibeli.
Meskipun hal ini tidaklah cukup menjamin bahwa kita telah memilih ikan lele yang sehat, setidaknya hal ini bisa dijadikan patokan.
Pasalnya habitat lele pada sadarnya memang di dalam air yang keruk.
Namun, peralatan dan fasilitas pengangkutan yang digunakan mudah dibersihkan dan selalu terjaga kebersihannya (boks, wadah, dan sebagainya) tentu akan membuat kesehagaran lele tetap terjaga.
Selain itu, lele juga tidak akan terasa bau tanah saat dikonsumsi.
Mulai sekarang Anda bisa membedakan bagaimana ciri-ciri lele yang sehat dan tak sehat untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Efek Keramas dengan Telur yang Bisa Bikin Orang Ketagihan, Apa Manfaatnya?
Penulis | : | Idam Rosyda |
Editor | : | Idam Rosyda |
KOMENTAR