SajianSedap.com - Imlek merupakan salah satu tradisi perayaan tahun baru China.
Meski tahun baru China, namun perayaan ini banyak di rayakan di beberapa negara.
Khususnya di Asia tenggara, Imlek merupakan salah satu perayaan yang cukup meriah.
Tak hanya di Indonesia, beberapa negara di Asia Tenggara lain yang juga merayakan Imlek adalah Vietnam.
Nah Vietnam ini juga salah satu negera multietnis, di mana salah satunya adalah etnis Tionghoa.
Tak heran perayaaan Imlek ini juga biasanya digelar dengan meriah.
Jika di Indonesia ada kue keranjang, di Vietnam ada yang namanya Banh Chung.
Makanan ini dibungkus daun pisang layaknya lemper.
Bahkan isiannya dari daging juga.
Lantas apa sih Banh Chung ini?
Mengutip dari vietnamdiscovery.com, Banh Chung ditemukan oleh Pangeran Kaisar Hung ke-18 dalam kontes mencari Kaisar baru.
Menurut legenda, 3.000-4.000 tahun yang lalu, Pangeran Lang Lieu, membuat kue bulat dan persegi, kue Hari berbentuk bulat yang melambangkan langit dan kue Chung persegi yang melambangkan Bumi (di bawah persepsi orang Vietnam kuno), untuk dipersembahkan pada kesempatan tersebut. Musim Semi.
Dalam konsepsi kuno, bumi berbentuk persegi, oleh karena itu bentuk kue Chung juga persegi untuk mencerminkan bentuk bumi.
Karena kue yang dipersembahkannya memiliki arti khusus dan rasa yang lezat, Lang Lieu terpilih menjadi Kaisar berikutnya.
Sejak saat itu, untuk menghormati Pangeran ke-18 ini, masyarakat Vietnam selalu membuat dan menyantap kue Chung pada Tahun Baru Imlek.
Hingga saat ini, kue Chung menjadi makanan tradisional Vietnam paling terkenal dan tak tergantikan di Tet Holiday.
Legenda ini bertujuan untuk mengingatkan generasi penerus akan tradisi kuno sekaligus dasar kue Chung.
Selain itu, hal ini menekankan pentingnya peran padi dalam budidaya padi air.
Berbeda dengan fast food di kehidupan modern, proses pembuatan kue Chung memakan waktu lama dan memerlukan kontribusi beberapa orang.
Bahan utamanya adalah beras ketan, daging babi, dan kacang hijau yang dibungkus dengan daun bambu berbentuk persegi yang akan memberi warna hijau pada nasi setelah direbus.
Ketannya pasti enak banget dan sudah direndam air sehari sebelumnya.
Kue beras dibungkus dalam bentuk persegi, dan daya pembungkusnya tidak boleh rapat atau longgar.
Baca Juga: Jadi Bahan Isian Lumpia, Ini Manfaat Makan Rebung untuk Tubuh, Jarang Ada yang Tahu
Kemudian kue akan direbus sekitar 12 jam dengan menggunakan kayu.
Kue Green Chung memiliki nutrisi dengan rasa asli yang gurih dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.
Menyantap kue Chung dengan acar sayur akan memberi Anda cita rasa yang tak terlupakan!
Dalam konsepsi tradisional masyarakat Vietnam, proses pembuatan kue Chung adalah kesempatan berkumpulnya keluarga.
Duduk mengelilingi api unggun yang hangat, seluruh anggota keluarga saling menceritakan kisah masa lalu dan bersiap menyambut Tahun Baru dengan harapan akan hal-hal terbaik.
Saat ini, di beberapa kota besar, gaya hidup bisnis masyarakat modern menghalangi masyarakat untuk menyiapkan kue, namun kebiasaan memuja leluhur dengan kue Chung tidak pernah berubah.
Ini adalah bukti kesetiaan dan rasa terima kasih orang Vietnam yang mendalam terhadap leluhur.
Bagaimana Sase Lovers, tertarik mencobanya?
Baca Juga: Es Drop, Kuliner Legendaris dari Blitar yang Sudah Ada Sejak Jaman Belanda
Penulis | : | Idam Rosyda |
Editor | : | Idam Rosyda |
KOMENTAR