SajianSedap.com - Ikan merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk tubuh.
Seperti yang Sase Lovers tahu, protein ini berfungsi untuk membangun kekuatan otot.
Tak heran jika orang-orang yang ingin membentuk badan, disarankan mengonsumsi protein lebih banyak.
Selain itu, ikan juga jadi salah satu sumber omega-3 yang baik untuk otak.
Namun rupanya sebagian orang terkadang ada yang alergi dengan ikan.
Biasanya setelah mengonsumsi ikan akan timbul rasa gatal.
Daripada buru-buru minum obat, ada beberapa pilihan makanan yang bisa Anda konsumsi untuk meredakan gatal alergi loh.
Apa saja sih?
Melansir dari Everyday Health, berikut ini makanan yang bisa meredakan alergi.
Salahkan rasa gatal, gatal-gatal, dan ketidaknyamanan lain yang Anda rasakan selama respons alergi terhadap histamin.
Vitamin C dapat membantu Anda dalam hal ini.
Baca Juga: Sate Bulayak, Sate Khas Pulau Lombok yang Sarat Makna dan Budaya
“Vitamin C secara tidak langsung menghambat sel inflamasi melepaskan histamin,” kata Carolyn Dean, MD, ND, direktur medis dari Nutritional Magnesium Association.
Penelitian telah menunjukkan bahwa kadar vitamin C yang tinggi mengurangi histamin dan membantunya terurai lebih cepat, setelah dilepaskan, sehingga meredakan gejala alergi.
Selain kekuatannya melawan histamin, makanan bervitamin C juga meredakan alergi dengan mengurangi peradangan – kunci untuk meremehkan alergi.
“Vitamin C adalah antioksidan, yang berarti melawan efek peradangan akibat radikal bebas,” kata Dr. Bielory.
Sederhananya, makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, stroberi, apel, dan semangka, dapat melawan respon alergi inflamasi.
“Probiotik telah terbukti memberikan efek anti-inflamasi dan anti-alergi, terutama bila diberikan pada kehamilan dan menyusui,” kata William Silvers, MD, ahli alergi di Englewood, Colorado, dan ketua komite kedokteran olahraga ACAAI.
Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology, ibu yang meminum susu yang mengandung suplemen probiotik selama dan setelah kehamilan mampu mengurangi kemungkinan bayi mereka terkena eksim, suatu kondisi yang berhubungan dengan alergi lain, hingga hampir setengahnya.
Selain itu, sebuah penelitian di Italia menemukan bahwa anak kecil (usia 2 hingga 5 tahun) dengan rinitis alergi yang meminum susu fermentasi yang mengandung probiotik Lactobacillus casei selama 12 bulan mengalami lebih sedikit episode alergi dibandingkan anak-anak yang meminum plasebo.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bioflavonoid dapat meredakan alergi dengan bertindak sebagai penstabil sel mast, sehingga mengurangi jumlah sel yang bereaksi terhadap alergen, kata Bielory.
Sel mast bertanggung jawab untuk melepaskan histamin.
Salah satu bioflavonoid spesifik, yang disebut quercetin, tampaknya sangat ampuh dalam melawan peradangan dan meredakan alergi, Dr. Silvers menambahkan.
Sumber quercetin yang baik untuk meredakan alergi antara lain apel, bawang bombay, teh.
“Makanan kaya magnesium, seperti almond, kacang mete, dedak gandum, dan rumput laut, adalah makanan yang sangat baik untuk meredakan alergi, karena magnesium adalah bronkodilator dan antihistamin,” kata Dr. Dean.
Magnesium juga memiliki efek menenangkan pada otot-otot saluran bronkial dan seluruh tubuh, tambah Dean, yang juga dapat meredakan alergi.
Sebuah penelitian di Universitas Brigham Young menunjukkan bahwa hewan yang kekurangan magnesium memiliki kadar histamin yang lebih tinggi dalam darahnya ketika terkena alergen dibandingkan hewan dengan kadar magnesium yang cukup.
Salah satu cara pasti untuk memperbaiki pola makan Anda adalah dengan meningkatkan jumlah buah dan sayuran yang Anda makan, kata Silvers.
Efek antiinflamasi alaminya dapat membantu meredakan alergi. Sebuah penelitian di Italia mendukung teori tersebut.
Para peneliti mengamati pola makan lebih dari 4.000 anak selama 12 bulan dan menemukan bahwa anak-anak yang banyak makan sayuran matang, tomat, dan buah jeruk cenderung tidak mengalami mengi, sesak napas, dan gejala rinitis alergi lainnya.
Sebaliknya, anak-anak yang makan lebih banyak roti dan margarin, lebih mungkin mengalami mengi.
Penulis | : | Idam Rosyda |
Editor | : | Idam Rosyda |
KOMENTAR