SajianSedap.com - Dalam perayaan Imlek, makanan memiliki peran sentral dan penting dalam memperingati tahun baru Tionghoa.
Tidak hanya sebagai aspek kuliner, makanan dianggap sebagai simbol-simbol penting yang membawa makna khusus.
Dari makanan utama sampai penutup yang disajikan saat perayaan tahun baru, itu melambangkan keberuntungan dan kebaikan di tahun baru.
Di Indonesia sendiri ada banyak makanan Imlek yang cukup terkenal, seperti salad yu sheng, mie panjang umur, kue keranjang, kue mangkul, dan masih banyak lainnya.
Tapi pernahkah Anda menemukan dan mencoba kue lobak goreng?
Meski kue ini tidak sepopuler kue keranjang atau kue mangkok di perayaan Imlek di Indonesia, beberapa orang dan budaya menyediakannya di meja makan saat perayaan Imlek.
Mengutip SCMP, kue ini dikenal juga sebagai 'turnip cake' yang merupakan hidangan yang dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi penikmatnya.
Uniknya, “kue” tersebut tidak terbuat dari lobak merah (turnip), melainkan lobak putih (white radish), yang dikenal orang Jepang dengan nama daikon.
Menurut Lau Chi Man, seorang koki dimsum berbintang Michelin, nama "kue lobak" terbentuk secara tidak sengaja karena lobak putih mirip dengan lobak merah dan dulunya jarang terlihat di luar Asia.
Penggunaan nama tersebut tetap bertahan meskipun menyadari kesalahan itu.
Kue lobak dapat ditemukan tidak hanya dalam perayaan tahun baru, tetapi juga di restoran dimsum China.
Namun ssal-usul kue lobak sebagai hidangan khas Imlek masih menjadi misteri.
Beberapa meyakini bahwa konsumsi kue lobak terkait dengan pengucapan kata "lobak" dalam bahasa Mandarin yang mirip dengan kata "keberuntungan" dalam bahasa Hokkien, dengan harapan mendapatkan keberuntungan di tahun baru.
Tse Sun Fuk, kepala koki dimsum di restoran Michelin Ming Court, menyebutkan variasi cerita tentang asal-usul kue lobak.
Salah satunya adalah bahwa orang Kanton di wilayah Guangdong, yang pada masa itu miskin, menggunakan lobak putih karena harganya terjangkau dan tumbuh baik dalam cuaca dingin, sehingga menjadi populer sebagai bahan kue selama Imlek.
Bagi yang ingin mencoba membuat kue lobak ala dimsum, Lau Chi-Man berbagi resep klasik yang melibatkan sosis babi kering, jamur, udang kering, dan conpoy.
Setelah bahan-bahan dicampur, kue dapat dikukus, dipotong, dan digoreng untuk menghasilkan tekstur garing dengan isi lembut.
Selain itu, ada juga variasi dengan menambahkan telur atau taoge, yang dikenal sebagai chai tow kway.
*Sebagian isi artikel ini ditulis dengan menggunakan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence (AI)).
Baca Juga: Rasanya Lezat, Resep Lumpia Kulit Tahu Ini Salah Satu Makanan Halal Imlek yang Tak Boleh Dilewatkan
Source | : | scmp |
Penulis | : | Amelia Pertamasari |
Editor | : | Raka |
KOMENTAR