SajianSedap.com - Memasak makanan akan menjadi menyenangkan ketika hasilnya terasa nikmat.
Namun pernahkah Anda mencicipi hidangan dari masakan sendiri, kemudian merasakan rasanya terlalu asam?
Ini bisa disebabkan penggunaan bahan-bahan asam yang berlebihan seperti cuka, jeruk nipis, atau tomat.
Selain itu, kurangnya pengecekan rasa selama proses memasak juga dapat menyebabkan masakan menjadi terlalu asam.
Baca Juga: Perbedaan Asam Jawa, Gelugur, dan Kandis untuk Masakan, Jangan Sampai Salah Pakai
Dan jika hidangan menjadi terlalu asam, Anda mungkin akan malas memakannya.
Tapi jangan dulu dibuang, karena Anda bisa memperbaiki masakan tersebut dan masakan Anda bisa jadi nikmat dimakan.
Anda hanya perlu menambabahkan beberapa bahan di dapur untuk menciptakan rasa yang seimbang.
Bahan apa itu?
Simak berikut ini agar tak bingung lagi ketika mengalami masalah makanan dengan rasa terlalu asam.
Simak tips mengatasi masakan yang terlalu asam ketika dimasak:
Dilansir dari laman Taste of Home, rasa asam bisa berasal dari bahan seprti tomat, anggur, atau cuka dalam resep.
Anda bisa mengencerkan hidangan dengan air untuk mengimbangi rasa asam pada hidangan.
Anda bisa menambahkan soda kue pada hidangan yang terlalu asam.
Namun, jangan terlalu banyak menggunakannya agar rasa dari masakan tidak berubah.
Ditambahkan dari laman Tasting Table, seimbangkan rasa asam pada hidangan yang Anda masak dengan bahan berlemak seperti minyak zaitun.
Madu merupakan bahan pemanis alami dalam bentuk cair. Anda bisa menambahkan madu untuk mengimbangi rasa asam pada resep saus barbeku.
Rasa manis dari madu bisa diimbangi rasa asam karena terlalu banyak menggunakan cuka sari apel dan saus Inggris.
Baca Juga: Cara Ampuh Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu Tanpa Harus Dibakar
Dilansir dari Mayo Clinic, sisa makanan matang dapat disimpan selama tiga hingga empat hari di dalam kulkas.
Namun, setelah itu, risiko keracunan makanan akan meningkat. Karena itu, lebih dari tiga hari, segera membuang makanan tersebut.
Keracunan makanan disebabkan oleh kuman berbahaya seperti bakteri dalam makanan yang terkontaminasi.
Karena bakteri biasanya tidak mengubah rasa, bau, atau tampilan makanan, Anda tidak dapat membedakan apakah makanan itu berbahaya untuk dikonsumsi atau tidak.
Jadi, jika ragu mengenai keamanan makanan, sebaiknya membuangnya saja.
Source | : | Kompas.com |
Penulis | : | Dok Grid |
Editor | : | optimization |
KOMENTAR