Sajiansedap.com - Apakah anda salah satu penggemar makanan pedas?
Jika iya maka penting untuk anda mengetahui hal satu ini.
Ternyata makanan pedas memiliki segudang manfaat yang baik bagi tubuh.
Makanan pedas memang jadi kesukaan banyak warga Indonesia.
Rasanya seperti tak lengkap jika tidak ada sambal maupun cabai di dalam makanan.
Bahkan banyak sekali makanan Indonesia yang mengandung banyak cabai dan rasa pedas yang cukup bikin lidah kepanasan.
Ahli gizi dari Cleveland Clinic, Patricia Bridget Lane, mengatakan bahwa makanan pedas terbukti dapat menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan jantung, hingga meningkatkan kesehatan pencernaan.
Berikut berbagai manfaat makanan pedas yang wajib anda ketahui.
Manfaat Makanan Pedas
1. Menurunkan berat badan
Berdasarkan laporan Cleveland Clinic, orang yang hobi mengonsumsi makanan pedas cenderung tidak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Sebab, makanan pedas membantu meningkatkan metabolsme.
Cabai yang menjadi bahan utama dalam makanan pedas mengandung senyawa capsaicin.
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa capsaicin meningkatkan kemampuan tubuh untuk memecah lemak dan membakar lebih banyak energi.
Hal ini tentu mendorong pembakaran lemak tubuh, yang membantu penurunan berat badan.
2. Meningkatkan kesehatan jantung
Karena membantu meningkatkan pembakaran lemak, makanan pedas juga dapat mengurangi risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2.
Sebuah studi dari University of Vermont menemukan bahwa orang yang rutin makan cabai memiliki kemungkinan kematian 13 persen lebih rendah.
3. Meningkatkan bakteri baik
Beberapa orang mungkin merasa sakit perut ketika mengonsumsi makanan pedas.
Padahal, capsaicin dalam cabai sebenarnya membantu pertumbuhan mikrobioma di pencernaan.
Mikrobioma adalah bakteri dan mikroba lain yang penting untuk kesehatan dan kekebalan tubuh.
"Capsaicin dapat merangsang mikobioma usus yang sehat dan memiliki efek positif pada saluran pencernaan," kata Lane.
4. Mengurangi peradangan
Makanan pedas juga bisa mengurangi peradangan.
Banyak riset membuktikan bahwa capsaicin dapat membantu memerangi peradangan tingkat rendah di usus, sejenis peradangan yang dikaitkan dengan obesitas.
Beberapa obatan-obatan yang mengandung capsaicin juga dijual bebas di apotik untuk mengatasi rasa sakit mulai dari radang sendi dan fibromyalgia.
Artikel berlanjut setelah video di bawah ini :
Orang yang Dilarang Keras Makan Cabai Pedas
1. Orang dengan Gastritis
Gastritis terjadi ketika lapisan perut Anda meradang dan bisa disebabkan oleh makan makanan pedas.
Kebanyakan orang mengalami gastritis akut, yang berarti datangnya tiba-tiba dan bersifat sementara.
Gejala gastritis akut bisa berupa:
Mual
Muntah
Perasaan kenyang atau kepenuhan di perut bagian atas setelah makan
Untuk menghindari kerusakan pada perut Anda, cobalah untuk mengurangi jumlah makanan pedas yang Anda makan.
Kalau masih dipaksakan, lama-lama bisa bikin masuk rumah sakit, lo.
2. Orang dengan Sakit Maag
Menurut dr Hendarto Natadidjaja, MARS, SpPD, dari RS Royal Taruma, Jakarta, penyebab penyakit lambung sebenarnya multifaktor.
Makan pedas jadi salah satu kemungkinan penyebab sakit lambung.
Biasanya, pada saat sehat, makan pedas berakibat buang air besar (diare) atau sakit perut (mulas).
Tapi, jika ada faktor-faktor lain, semisal stres, peminum kopi, makan tidak teratur, kurang tidur, bisa jadi makan cabai berakibat sakit lambung, maag misalnya
Baca Juga: Benarkah Makanan Pedas Bisa Menyebabkan Buang Air Besar Berdarah? Berikut Faktanya
“Enggak bisa kita simpulkan cabai yang menjadi penyebab. Jadi, kalau sudah punya penyakit di lambung, makan cabai bisa memperberat. Penderita sakit maag sebaiknya jangan makan cabai atau minum kopi,” tutur Hendarto.
Hal yang perlu diwaspadai adalah jika seseorang tidak tahu bahwa dirinya sebetulnya punya penyakit lambung dan suka makanan pedas.
“Makan pedas bisa menambah berat sakitnya. Dan, dia pikir sakitnya itu karena makan cabai, padahal sebetulnya sudah punya maag,” ujar Hendarto.
3. Orang dengan Insomnia
Makanan pedas bisa menyebabkan heartburn pada sebagian orang.
Heartburn terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan atau esofagus Anda, sehingga menyebabkan rasa terbakar di dada Anda.
Karena makanan pedas diketahui dapat menyebabkan heartburn, kondisi ini bisa bertambah parah saat Anda mencoba untuk tidur.
Posisi tubuh berbaring dapat memudahkan asam di perut Anda mengalir kembali dan membakar lapisan esofagus Anda.
Oleh karena itu, rasa tidak nyaman akibat heartburn bisa membuat Anda sulit tidur.
Untuk menghindari keluhan ini, sebaiknya Anda tidak makan makanan pedas terlalu malam atau dekat dengan waktu tidur.
4. Orang Berjerawat
Percaya atau tidak, makanan pedas bisa ada hubungannya dengan jerawat, lo.
Kemunculan jerawat juga bisa menjadi tanda Anda mungkin perlu berhenti makan pedas.
Tidak menutup kemungkinan, makan makanan pedas dapat meningkatkan kemungkinan munculnya jerawat pada wajah Anda.
Ini karena usai menyantap makanan pedas, suhu tubuh Anda akan naik dan menghasilkan keringat yang memicu pelepasan minyak di kulit.
Kotoran dan bakteri dapat terperangkap oleh minyak tersebut, sehingga bisa memperburuk kondisi kulit dengan munculnya jerawat.
"Makanan pedas dapat menyebabkan orang berjerawat," kata Rebecca Tung, dokter kulit di La Grange Park, Illinois, AS, kepada Allure.
"Ketika makanan pedas menciptakan peradangan di usus sehingga menyebabkan sakit perut, refluks asam lambung, atau gejala lainnya, terkadang peradangan ini juga terlihat pada kulit dengan kemerahan, iritasi dan timbulnya jerawat, atau bahkan eksim," lanjut Rebecca.
Baca Juga: Resep Lapis Legit Moka Prune Enak, Si Camilan Legit Untuk Di Momen Spesial
Dapatkan aneka resep praktis dan mudah langsung dari handphone sase lovers dengan berlangganan emagz tabloid saji dengan klik di sini
Artikel telah ditayangkan di hits.grid.id dengan judul, Tak Disangka Punya Segudang Manfaat, Ini Dia yang Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Gemar Makan Pedas
Source | : | GridHits.ID |
Penulis | : | Marcel Mariana |
Editor | : | Virny Apriliyanty |
KOMENTAR