“Saat pergi meninggalkan rumah, saya tidak bilang siapa-siapa. Saya nekat, pokoknya tidak akan pulang sebelum sukses.
Nah, pekerjaan pertama saya ya jadi tukang cuci mobil. Pendapatannya lumayan, dan tidak mungkin bisa saya dapat kalau tetap tinggal di desa,” tuturnya.
Ajik pun berhenti jadi tukang cuci mobil karena kondisi tubuhnya yang menurun, hingga akhirnya berganti pekerjaan di tempat konveksi.
Dari sanalah, Ajik bertekat untuk membuat usaha mandiri, hingga kini sukses memiliki lebih dari 2000 karyawan.
Source | : | Sajian Sedap |
Penulis | : | Marcel Mariana |
Editor | : | Raka |
KOMENTAR