SajianSedap.com – Tidak hanya arabika dan robusta, ternyata ada dua jenis kopi lagi yang bernama liberika dan ekselsa. Kopi tersebut tidak terkenal karena tidak banyak dibudidayakan. Jumlah pohonnya pun kini tidak terlalu banyak. Sayang, ya? Padahal, mereka memiliki keunikannya tersendiri.
Kopi liberika (coffea liberica) merupakan spesies kopi asli Afrika Barat dan Tengah, tepatnya dari negara Liberia, Uganda, dan Angola. Kopi ini juga ditanam di daerah tropis lainnya seperti Seychelles, Pulau Andaman dan Nicobar, Polinesia, Amerika Tengah, Karibia, Venezuela, Kolombia, dan Brazil. Di awal abad 20, tepatnya di zaman koloni Belanda, ia juga pernah dibawa ke Indonesia untuk ditanam menggantikan tanaman kopi arabika yang terkena wabah penyakit.
Sampai sekarang, tanaman kopi liberika masih tumbuh di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera. Daerah yang paling banyak menanamnya adalah Jambi, tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Di daerah ini, kopi Liberika disebut kopi nongko atau kopi nangka karena aromanya mirip dengan buah tersebut. Uniknya, jika dicicipi, ada rasa kacang panjang yang lembut menguar dari kopi ini.
Nasib kopi liberika bisa dibilang beruntung karena ia memiliki kondisi fisik yang tangguh. Ia dapat tumbuh dengan liar. Tinggi pohonnya saja bisa mencapai 20 meter. Ukuran bijinya besar-besar dan unik karena satu kepingnya lebih tinggi dan mengait keping yang lain. Bentuknya jadi mirip dengan tetesan air.
Beda kopi, beda nasib. Jika kopi liberika setidaknya masih memiliki penggemar dan pasar, kopi ekselsa lebih terpinggirkan.
Kopi ekselsa merupakan kopi yang memiliki cita rasa misterius. Ia cenderung asam dan mirip buah-buahan, tapi berat. Jika dicampur dengan jenis kopi lain, ekselsa akan membantu meningkatkan kedalaman dan kekuatan rasa. Ia memberikan sensasi akhir rasa yang lama terutama di bagian tengah dan belakang lidah.
Jika dibandingkan dengan minuman keras, popularitas varian kopi ini mirip dengan scotch. Scotch yang bermutu tinggi bisa dicintai mati-matian oleh penggemarnya. Namun, sebagian besar orang tidak menyukai scotch.
Spesies kopi ekselsa tadinya dianggap beda dengan liberika. Nama ilmiahnya adalah Coffea excelsa. Setelah diteliti kembali, ternyata secara taksonomi ia masih satu spesies dengan kopi liberika. Cirinya ditandai oleh bentuk biji yang juga mirip tetesan air walau berukuran lebih kecil. Kopi ini pun diberi nama ilmiah baru yaitu Coffea liberica var. Dewereii.
Cukup disayangkan, ya, nasib kopi liberika dan ekselsa ini? Mari menyesapnya suatu saat apabila kita memiliki kesempatan, Sobat SaSe. (DV/ dari berbagai sumber)
FOTO: U.UOSU.EDU
Baca juga: Apa Benar Kopi Instan Dicampur Jagung?, Kopi Yellow Catura, si Kuning Beraroma, Es Puter Kopi 3 in 1
KOMENTAR